Kisah : Nelayan Dengan Permata Super Mahal


Konon,ada seorang nelayan yang ulet dalam bekerja..
Sehari mencari ikan, lalu pada hari-hari berikutnya dia memilih tinggal di rumahnya hingga waktu yang Allah kehendaki..
Jika persediaan ikannya telah habis, dia segera menuju ke pantai untuk mencari ikan lagi..
Pada suatu hari, ketika istri nelayan itu sedang memotong-motong hasil tangkapan suaminya,tiba-tiba dia melihat sesuatu yang menakjubkan..
Dia melihat dalam perut ikan itu sebuah permata..
"Ada permata dalam perut ikan? Subhanallah!
Suamiku… Suamiku!
Lihat, apa yang aku dapatkan," serunya keheranan.
"Ada apa?" "Ini ada mutiara!
Mutiara dalam perut ikan."
"Oh, engkau betul-betul seorang istri yang luar biasa..
Bawa ke sini, semoga kita bisa bertahan hidup dengannya hari ini, dan kita bisa makan sesuatu yang lain dari ikan..
"Nelayan itu segera mengambil mutiara itu kemudian membawanya ke tetangganya seorang penjual mutiara..
Tetangganya memandangi mutiara itu, lalu berkata,
"Sayang sekali saya tidak bisa membelinya.
Ooh, ini tidak ternilai harganya!
Seandainya saya menjual toko dan rumah saya, itu pun tetap tidak akan mampu mencukupi harganya..
Tapi cobalah datangi seorang pedagang besar dikota seberang, siapa tahu dia mampu untuk membelinya dari Anda.
"Nelayan itu akhirnya mengambil kembali mutiara itu dan berangkat menemui seorang pedagang besar di kota seberang..
Setibanya di sana, nelayan itu lalu menceritakan kisahnya kepada pedagang itu.
"Allah Akbar! Demi Allah Saudaraku, apa yang Anda miliki ini tidak ternilai harganya..
Tapi saya bisa menunjukkan kepada Anda jalan keluarnya..
Temuilah penguasa kota ini, karena dialah yang mampu membeli mutiara sejenis ini.
"Setibanya di pintu gerbang istana, nelayan itu berhenti, menunggu ijin untuk masuk..
Setelah mendapat ijin masuk, nelayan itu pun menemui penguasa kota.
"Allah Akbar! Mutiara jenis inilah yang aku cari..
Aku tidaktahu bagaimana menaksir harganya..
Tapi aku akan mempersilakanmu untuk masuk ke gudang perbendaharaan khususku..
Engkau boleh tinggal di dalamnya enam jam, dan silakan ambil dari gudang itu apa saja yang kamu inginkan, dan itulah sebagai pengganti harga mutiara."
"Wahai yang mulia, tidak mengapa Anda menjadikannya dua jam saja..
Enam jam untuk seorang nelayan seperti saya sudah sangat cukup."
"Tidak! Enam jam itu waktu yang saya berikan untuk kamu mengambil barang-barang apa saja yang kamu inginkan.
"Maka masuklah si nelayan ke dalam gudang penguasa kotaitu..
Tiba-tiba ia melihat pemandangan yang luar biasa..
Sebuahruangan yang sangat besar..
Ruangan itu terbagi tiga kamar, kamar pertama dipenuhi oleh permata, emas, dan mutiara..
Kamar berikutnya terhampar di dalamnya kasur-kasur yang empuk, sekadar memandangnya sekali saja, maka ia akan langsung tertidur dengan pulas..
Ruangan terakhir dipenuhi oleh beraneka jenis makanan dan minuman yang sangat digemari..
Nelayan itu bergumam, "Enam jam? Waktu yang sangat panjang untuk seorang nelayan sederhana sepertiku..
Apa yang akan aku lakukan selama enam jam itu?
Ah, aku akan mencicipi makanan-makanan yang tersedia di kamar tiga terlebih dahulu..
Aku akan makan sampai benar-benarkenyang,agar bisa menambah kekuatanku sehingga memungkinkanku untuk mengumpulkan emas sebanyak-banyaknya.
"Nelayan itu pun bergegas menuju kamar tiga. Di sana, ia menghabiskan waktu dua jam..
Makan dan terus makan. Sampai ketika persediaan makanan itu telah ia habiskan, ia pun kembali ke kamar pertama..
Dalam perjalan, pandangannya tertuju ke kasur yang empuk..
Ia berkata dalam hati, "Aku telah makan hingga benar-benar kenyang, mengapa aku tidak tidur dulu agar bisa menambah tenaga yang memungkinkanku untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya?
Ini kesempatan yang tak akan terulang, menyia-nyiakannya adalah sebuah kebodohan.
"Nelayan itu pun menghampiri kasur empuk itu,lalu berbaring, hingga tertidur dengan sangat pulas..
Waktu berlalu demikian cepat.
"Bangun! Bangun wahai nelayan bodoh!
Kesempatanmu sudah habis."
"Hah, apa….?!"
"Yah, cepat keluar!"
"Saya mohon…… saya akui memang tidak menggunakan kesempatan ini dengan memadai."
"Hah, enam jam lamanya kamu berada dalam gudang harta ini, dan sekarang kamu baru terbangun dari kelalaianmu..
Kamu ingin tambahan permata? Bukankah kamu sudah diberi kesempatan untuk mengumpulkan permata-permata ini sampai kamu keluar dari sini, lalu dengannya kamu bisa membeli makanan terlezat dan terbaik..
Kamu pun bisa membuat kasur-kasur yang paling mengagumkan dan nyaman?
Sayang sekali, kamu ini bodoh dan lalai..
Kamu tidak memikirkan kecuali apa yang ada di sekitarmu..
Bawa orang ini keluar!"
"Jangan! Jangan! Saya mohon Tuan, saya mohon!
Tidaaaaaaaaak!!!________________________________________________
Kisah ini berakhir sampai di sini,tapi pelajaran dan hikmah dari kisah ini belum berakhir..
Menurut Anda, apakah permata itu?
Itulah nyawa Anda..
Harta yang tak ternilai harganya..
Sayangnya, Anda tidak menyadari betapa besar nilai nyawa Anda..
Lalu apakah gudang harta itu menurut Anda?
Itulah dunia..
ihatlah kebesarannya, dan perhatikan bagaimana kita mengeksploitasinya..
Adapun permata-permata itu, itulah amal-amal shaleh..
Dan kasur-kasur empuk itu adalah kelalaian..
Sementara makanan dan minuman-minuman itu melambangkan syahwat..
Dan sekarang, wahai Saudaraku, "Nelayan", kapankah Anda akan terbangun dari tidur Anda, dan meninggalkan kasur-kasur empuk itu, lalu Anda mengumpulkan permata-permata yang berserakan di sekitar Anda, sebelum berakhirnya waktu yang diberikan kepada Anda,
Yaitu umur Anda, lalu Anda meninggalkan dunia dalam keadaan menyesal..
[SQ]Diterjemahkan dari milis "Alumni Institusi-institusi Pendidikan Tinggi Wahdah Islamiyah"
dari artikel kiriman Syaikh Dr.Rusyud—hafizhahullah.

0 Comment "Kisah : Nelayan Dengan Permata Super Mahal"

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca...!!!

Thank you for your comments