Shrike Burung Puasa Di Hari Asyura` ?

Mutiara Salaf [Muharram]

Benarkah Hewan-hewan Ikut Berpuasa pada Hari Asyura`?

Sebentar lagi hari Asyura` (10 Muharram) akan datang. Hari Asyura` adalah hari yang memiliki keutamaan. Oleh karena itu, dianjurkan berpuasa padanya sebagaimana yang disebutkan dalam sebagian hadits-hadits shahih.

Seiring dekatnya hari dan puasa Asyura`, bermunculan pula keyakinan-keyakinan aneh, misalnya sebagian orang meyakini bahwa, pada hari Asyura`, hewan-hewan dan burung ikut berpuasa.
Keyakinan ini muncul karena adanya hadits yang menjelaskan hal itu. Tetapi, apakah hadits itu shahih dan benar? Silakan mengikuti bahasan berikut.

Konon kabarnya bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada seorang sahabat,

إِنَّ الصُّرَدَ أَوَّلُ طَيْرٍ صَامَ عَاشُوْرَاءَ

"Sesungguhnya Burung Lanius (dalam bahasa Inggris: Shrike) adalah burung pertama yang berpuasa pasa hari Asyura`."
[H.R. Al-Khathib dalam Tarikh Baghdad 6/295/no. 3328 dari Abu Gholizh]

Imam Asy-Syaukaniy rahimahullah berkata tentang Abu Ghalizh yang meriwayatkan hadits ini dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

وَلاَ يُعْرَفُ فِي الصَّحَابَةِ مَنْ لَهُ هَذَا الاِسْمُ، وَفِيْ إِسْنَادِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مُعَاوِيَةَ : مُنْكَرُ الْحَدِيْثِ

"Tidak dikenal di kalangan sahabat, orang yang memiliki nama seperti ini. Di dalam sanadnya, terdapat Abdullah bin Mu'awiyah, seorang yang munkarul hadits."
[Lihatlah Al-Fawa`id Al-Majmu'ah hal. 97]

Di dalam riwayat lain, disebutkan bahwa nama sahabat yang meriwayatkannya adalah "Anbasah", "Abu Gholizh", "Abu Alith".

Al-Hafizh Abul Faraj Ibnul Jauziy rahimahullah berkata,

هَذَا حَدِيْثٌ لاَ يَصِحُّ، وَلاَ يُعْرَفُ فِي الصَّحَابَةِ عَنْبَسَةُ وَلاَ أَبُوْ غَلِيْظٍ وَلاَ أَبُوْ عَلِيْطٍ،
قَالَ الْبُخَارِيُّ : عَبْدُاللهِ بْنُ مُعَاوِيَةَ مُنْكَرُ الْحَدِيْثِ.
وَقَالَ الْعُقَيْلِيُّ: يُحَدِّثُ بِمَنَاكِيْرَ لاَ أَصْلَ لَهَا. وَمِمَّا يَرُدُّ هَذَا أَنَّ الطَّيْرَ لاَ يُوْصَفُ بِصَوْمٍ.

"Ini adalah hadits yang tidak shahih. Tidak dikenal di kalangan sahabat, (orang yang bernama) Anbasah, Abu Gholizh, tidak pula Abu Alith.
Al-Bukhoriy berkata, "Abdullah bin Mu'awiyah adalah munkarul hadits."
Al-'Uqailiy berkata, "Ia (Abdullah bin Mu'awiyah) menceritakan hadits-hadits munkar yang tidak ada asalnya."
Di antara hal yang menolak hadits ini adalah bahwa burung tidaklah disifati dengan puasa."
[Lihatlah Al-Maudhu'at 2/204 karya Ibnul Jauziy]

Pernyataan Ibnul Jauziy rahimahullah bahwa burung tidak disifati dengan "puasa" memanglah benar karena burung bukanlah makhluk mukallaf (terbebani) dengan suatu hukum syariat. Hal ini semakin meyakinkan kita tentang kelemahan, bahkan kepalsuan hadits ini.

Imam Muhammad bin Ahmad bin Salim As-Saffariniy Al-Hanbaliy rahimahullah berucap,

قَالَ الْحَاكِمُ: وَهُوَ مِنَ اْلأَحَادِيْثِ الَّتِيْ وَضَعَهَا قَتَلَةُ الْحُسَيْنِ. اهـ.

"Al-Hakim berkata, 'Dia (yakni, hadits di atas) termasuk hadits-hadits yang dipalsukan oleh para pembunuh Husain." [Lihat Ghidza' Al-Albab Syarh Manzhumah Al-Adab (2/52) oleh As-Saffariniy]

Ali bin Sulthan Al-Qariy rahimahullah berkata,

وَالْحَدِيْثُ مِثْلُ اسْمِهِ غَلِيْظٌ، وَهُوَ حَدِيْثٌ بَاطِلٌ، وَرُوَاتُهُ مَجْهُوْلُوْنَ. اهـ

"Hadits ini seperti bernama ghalizh 'keras/parah'. Itu adalah hadits batil. Rawi-rawinya adalah orang-orang majhul (tidak dikenal)."
[Lihatlah Mirqatul Mafatih 12/397]

Para pembaca yang budiman, dari penjelasan dan keterangan di atas, nyatalah bahwa hadits ini lemah, dan besar kemungkinannya palsu, karena hadits ini diriwayatkan dari rawi-rawi yang majhul. Bahkan rawinya ada yang majhulul 'ain. Sebagian ahli hadits –seperti Al Hakim- menegaskan kepalsuannya bahwa hadits-hadits seperti ini adalah hadits palsu buatan para pembunuh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

Setelah mengetahui kelemahan dan kepalsuannya, seorang muslim tidak boleh meyakini bahwa hewan-hewan (seperti burung dan selainnya) juga ikut berpuasa! Karena, suatu aqidah dan keyakinan tidak boleh didasari oleh hadits yang lemah dan palsu.
Terlebih lagi, dari sisi hukum syar'i-nya, hewan tidaklah dibebani untuk berpuasa. Dari sisi ini, tampak sekali adanya kejanggalan dan keanehan pada hadits ini.

Sekali lagi, hadits di atas adalah hadits lemah dan palsu. Dengannya Kita tidak boleh menetapkan suatu hukum dan keyakinan (aqidah) menurut kaidah-kadah syar'iyyah!

Jadi, hewan-hewan tidaklah ikut berpuasa pada hari Asyura`.

Sumber Gambar :  https://en.wikipedia.org/wiki/Shrike

Abdul Qodir, Lc.
Fb: Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah

Sumber : Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim

0 Comment "Shrike Burung Puasa Di Hari Asyura` ?"

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca...!!!

Thank you for your comments